istimewa

Pernikahan Adalah Momen Semua Orang, Tidak Cuma Untuk Kamu Sendiri

depi / January 14, 2018

Pernikahan memang menjadi impian dan menjadi waktu yang dinantikan semua orang. Bukan cuma dirimu seindiri yang menanti-nantikan momen berharga ini, tapi ayah ibu kamu juga!

Dimulai ketika hari pertunangan. Dirimu melewati masa-masa yang menegangkan? Orang tua-mu juga demikian! Jika kamu merasa ini adalah momen yang berkesan dalam kehidupan kamu, sama pula yang dirasakan oleh mereka orangtuamu. Mereka berdua menyaksikan seluruh tahapan dalam kehidupan kamu.

Bunda dan bapak telah menuntunmu ke alam dunia (atas izin Allah) dan bersusah payah membesarkanmu. Yang selalu membersamaimu pada hari pertamamu belajar jalan serta mengoceh, mengikuti kegiatan sekolah sampai lulus dari perguruan tinggi, pertama kali kamu masuk kerja, saat-saat kamu susah dan bahagia, juga termasuk hari saat kamu menemukan calon pendamping hidup.

Hari Ketika Kamu Mantab Untuk Menikah

Sebagai orang yang menjalani pesta pernikahan, wajar jika kamu merasa bahwa acara pernikahanmu sepenuhnya milikmu seorang.

Kamu ingin menyelenggarakan susunan acara pernikahan yang sudah kamu impikan sejak dulu. Namum kadang kali, rencana pernikahan yang kamu inginkan jauh berbeda dari hara[an orang tua. Kamu merasa ingin mempertahankan idealismu.

Jika demikian kenyataannya, sebaiknya jangan buru-buru naik emosi. Kendalikan egomu yang berlebih. Kamu tidak bisa mengabaikan keberadaan ayah dan ibu. Apapun itu, keberadaan ayah ibu dalam resepsi pernikahanmu tidak dapat dielakkan. Orang tua akan turut andil dalam resepsi pernikahan yang lancar dan syahdu.

Mereka mempunyai peran yang penting dalam setiap acara pernikahan. Mulai dari acara pranikah, perencanaan prosesi pernikahan yang sesuai dari segi adat maupun agama, sampai resepsi pernikahan di hari H.

Untuk menggapai impian pernikahan yang kamu harapkan, terlebih dulu kamu wajib memahami bahwa keberadaan ayah dan ibu sangatlah penting. Sebab, seringkali acara pernikahan itu juga merupakan hari yang juga ditunggu-tunggu bagi ayah dan ibu.

Mempersunting Dahulu, Jalankan Pernikahan Kemudian

Pasti ada proses lamaran sebelum dilakukan pernikahan. Pria akan mendatangi rumah wanita. Laki-laki akan meminta restu dari bapak perempuan untuk menikahi anaknya. Meski seorang pria bisa saja datang sendiri menjumpai bapak gadis pujaannya. Tapi sehebat dan segagah apapun si pemuda, bergetar juga kakinya jika melangkah ke tempat tinggal si gadis tanpa ditemani orang-orang terdekat. Sebab menikah merupakan sebuah langkah besar. Ia hendak meminta anak gadis orang untuk menjadi teman perjuangannya. pengunjung acara

Itulah sebabnya, menjadi kewajiban orang tua di pihak pria untuk mendatangi ayah si perempuan. Mereka akan mengantar sekaligus mendampingi anaknya untuk meminang si wanita. Orang tua akan memberikan dukungan moril bagi anaknya.

Dengan ayah ibunya, tekad si laki-laki akan semakin mantap ke arah pintu gerbang rumah si perempuan. Ayah ibupun berinisiatif mengajak anggota keluarga yang lain seperti adik serta kakak atau paman juga bibi si pemuda.

Mereka akan berkunjung tidak hanya bertangan kosong. Ayah ibu si pria akan membawa seserahan menyesuaikan tradisi adat yang berlaku. Keluarga besar akan sibuk menyiapkan diri untuk bertamu dengan orang tua si gadis. Jadilah lamaran merupakan momen keluarga juga, bukan hanya punya kedua calon mempelai.

Ketika hari khitbah-an, tidak sekedar waktu ketikalmomen si pria meminta restu pada ayah si wanita untuk melamar putrinya. Di hari itu, juga merupakan saat spesial pertemuan dua keluarga untuk menentukan tanggal pesta pernikahan.

Orang tua si gadis biasanya jadi tuan rumah pernikahan. Meskipun juga tak menutup opsi kalau keluarga si pria yang menggelar pesta pernikahan.

Menjelang Hari Pernikahan

Di balik kabar lamaran juga terselip segudang kerepotan yang menyambut. Mulai dari perancangan sampai prosesi pernikahan. Baik acara utama yaitu akad nikah sampai kegiatan turunannya yaitu resepsi pernikahan.

Saat tanggal pernikahan usai ditentukan, akan terdapat banyak hal yang harus ditunaikan sebelum hari itu benar-benar tiba. Ketika sang gadis sibuk dengan masalah gaun pengantin, sang bunda akan membantunya memilih kain dan mengusulkan tukang jahit terbaik yang dia katahui. Undangan unik.

Si bunda juga yang menemaninya mengerjakan berbagai macam perawatan tubuh pengantin, sedari ujung kuku hingga ujung kepala. Sebelum hari H sang bapak akan memilih waktu tertentu untuk berbincang dengan anak gadisnya, mengutarakan beberapa petuah pernikahan. Ayah dan ibu juga ikut menulis daftar tamu undangan.

Sama halnya juga di rumah si pemuda. Keluarga besar si laki-laki pun tak kalah repot. Orang tuanya akan sering memberikan nasehat pernikahan. Dengan support oleh tetua dan seluruh anggota keluarga, ayah dan ibu repot sediakan mahar juga pernak-perniknya.

Mereka juga tengah melatih diri untuk menyampaikan materi pidato di depan keluarga si perempuan pada saat pernikahan yang akan datang. Hidangan makan acara

Ayah ibu, dari pihak si gadis atau si laki-laki tidak merasa payah dengan segala rencana pernikahan ini. Sebab pernikahan ini merupakan pesta mereka juga. Mereka tak akan keberatan ikut berkontribusi secara finansial demi berlangsungnya hajat pernikahan.

Tiba Pada Momen Pernikahan

Pada momen pernikahan, ayah ibu “meresmikan” anak mereka menuju kehidupan yang benar-benar baru, kehidupan bahtera rumah tangga. Ibarat momen wisuda, orang tualah yang berperan seperti rektor di kampus keluarga. Ayah ibu menyatakan bahwa sang anak sudah pantas menjadi orang tua bagi anak keturunan kelak.

Bagaimanapun bentuk susunannya, apakah kalian duduk sebelahan di depan petugas KUA atau si gadis menunggu di dalam ruangan, jangan lalai memberitahukan bapak si perempuan. Sebab, ayah si gadis lah yang akan menikahkan kalian berdua di depan penghulu serta seluruh tamu. Lalu doa-doa ayah dan ibu untuk kalian berdua.

Pada Hari Pesta Pernikahan

Kamu mungkin sangat gugup menyiapkan diri untuk menempuh akad perkawinan sehingga tidak peduli lagi dengan semua persiapan pesta. waktu itu, ayah dan ibu lah yang mengatur kendali sebab bagi mereka, mereka lah si pemilik hajat.

Bapak dan ibu kalian berdua mau mempertemukan kalian di pelaminan. Biasanya seorang ayah akan menyampaikan kata sambutan. Sementara ibu akan memastikan para tamu dijamu dengan maksimal.

Di waktu kamu duduk menjumpai dengan banyak tamu undangan, orang tuamu memastikan apabila catering yang kamu order memenuhi seluruh keperluan, fotografer yang kamu pesan sudah mengabadikan setiap momen pernikahan, dan souvenir telah siap di tempat penyambutan tamu. Mereka pun yang mengawasi tatanan acara pesta sesuai dengan rencana.

Selepas Hari Acara Pernikahan

Kalian berdua sekarang telah sah menjadi sepasang suami istri. Mereka yang hadir karena undangan juga sudah meninggalkan pesta. Fotografer pun sudah siap mencetak hasil jepretannya. Catering akan segera dirapikan. Hiasan sudah dibongkar. Musik pesta sudah dihentikan. Hanya keluarga yang tetap menemani kalian. Wedding party.

Saat-saat perayaan nikahan telah usai, mereka pun masih saja meluangkan waktu memikirkan biaya kalian yang akan berencana bulan madu. Justru hari-hari kedepannya, mereka tetap membantu keberlangsungan pernikahan kalian baik materi ataupun non materi.

Sebagai renungan, pernikahan itu seringkali merupakan momen bagi orang tua? Fikir ulang lagi terkecuali rasa egoismu amat kuat untuk tidak mengikutsertakan kedua orang tua. Bagaimanapun, mereka punya peran penting di dalam keberlangsungan pernikahanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *